2. Written Communication EP Copy

Dunia kerja pemrograman, banyak melibatkan komunikasi tertulis. Sebagai contoh, komunikasi lewat email, chat, forum daring seperti StackOverflow ataupun media komunikasi seperti Trello. 

Komunikasi tertulis sedikit berbeda dengan komunikasi lisan. Selain harus memiliki penulisan kalimat yang baik, penggunaan tenses yang benar, kita juga harus memperhatikan hal lain seperti struktur yang tertata, informasi yang dituliskan dan tata cara komunikasi tertulis. Penggunaan komunikasi tertulis dimulai dari kita menuliskan profil kita misal di Upwork, pengajuan proposal penawaran kepada klien, dan menuliskan surat lamaran (cover letter) untuk melamar pekerjaan.

Perhatikan tabel penggunaan tenses berikut untuk komunikasi tertulis.

TensesPenggunaan dalam Komunikasi Tertulis
Simple Present TensePerkenalan diri di profil, proposal & cover letter
Menyebutkan kemampuan/keahlian yang dikuasai
Present Continuous TenseMenyebutkan proyek yang saat ini sedang dikerjakan
Present Perfect TenseMenyebutkan proyek yang sudah selesai/masih dikerjakan
Simple Past TenseMenyebutkan pengalaman kerja dan proyek-proyek sebelumnya/yang pernah dikerjakan
Simple Future TenseMenjelaskan rencana proyek yang akan dikerjakan
Menutup sekaligus meyakinkan klien

Sebagai tambahan, memanfaatkan alat pengecekan grammar seperti Grammarly, membantu kita mengecek tata bahasa tulisan dan saat bersamaan, meningkatkan kemampuan menulis kita.

Komunikasi tertulis dimulai dari profil atau portofolio kerja kita.

 

1. Menulis Profil dan Proposal di Upwork

a. Tulis profil profesionalmu

Mencari klien atau proyek di Upwork, dimulai dari menata profilmu sedemikian rupa. Diibaratkan seperti coffee shop yang sedang nge-hits zaman sekarang, semakin menarik kemasan luar dengan ornamen bermacam rupa, semakin banyak pengunjung yang tertarik datang. Demikian juga dengan profilmu di Upwork. Tidak perlu mencantumkan semua hal, cantumkan beberapa poin penting dan menarik, khususnya terkait pengalaman kerja, portofolio kerja, dan kemampuan yang kamu miliki. Dengan profil yang menarik, klien akan tertarik untuk bekerja sama denganmu.

Beberapa yang perlu kamu tuliskan/cantumkan diantaranya:

  • Foto profil

Klien tentu ingin tahu mereka bekerja sama dengan siapa. Gunakan foto close up wajah yang jelas dan ekspresi yang bagus.

Contoh:

  • Title/tagline

Gunakan tagline yang jelas sesuai dengan bidang keahlian yang kamu kuasai.

Contoh:

  • Overview / Detail Profil

Pada bagian ini, tuliskan secara singkat mengenai beberapa hal seperti siapa dirimu, pengalaman, keahlian, apa saja yang bisa dilakukan, bahasa yang kamu kuasai dan alasan kenapa klien harus mempekerjakan/hire dirimu. Jika kamu memiliki beberapa bidang keahlian, kamu bisa menambahkannya. Kamu juga bisa mencari inspirasi dengan melihat profil orang lain lalu menyesuaikannya dengan dirimu.

Contoh:

  • Video profile

Hal ini akan menjadi nilai tambah, terutama bagi kamu yang baru memulai dan belum memiliki banyak review. Contoh video profil bisa kamu cari di Youtube dengan kata kunci “Upwork video”.

  • Portfolio

Lampirkan portofolio kerja/proyek yang pernah kamu kerjakan, baik di Upwork maupun di luar Upwork. Berikan penjelasan singkat mengenai siapa klienmu, peranmu dan pekerjaan yang kamu lakukan. Sedikit tips, cantumkan portofolio kerja terbaikmu saja.

Contoh:

  • Skills & Tests

Bagian ini saling berkaitan. Pilih beragam skill yang bisa kamu tunjukkan, yang sesuai dengan keahlianmu. Kamu juga bisa mengerjakan tes yang sesuai bidangmu. Kamu bisa mengerjakan tes Bahasa Inggris untuk menunjukkan kemampuan komunikasimu yang baik. Kamu bisa memilih untuk menampilkan atau menyembunyikan hasil tes dan bisa mengulangi tes setelah rentang waktu tertentu. 

Contoh:

  • Certificate

Upwork menerima sertifikat resmi yang diterbitkan oleh beberapa penerbit seperti Google, Cisco, Adobe, Cambridge, IELTS, dst. Kamu juga dapat menambahkan sertifikat lain bila tidak tercantum di Upwork. Kelebihannya, kamu bisa sedikit pamer dan menunjukkan kualifikasi yang kamu miliki.

Contoh:

  • Work History

Menuliskan riwayat kerja dan pengalaman lain yang kamu miliki bisa menambah kepercayaan klien. Cantumkan riwayat kerja yang terkait bidang keahlianmu. Kamu bisa menambahkan detil lebih lanjut untuk tiap bagiannya.

Contoh:

  • Education & Other Experiences

Sama seperti CV pada umumnya, kamu bisa menambahkan pendidikan yang pernah kamu tempuh. Tambahkan juga pendidikan informal lain seperti kursus, pelatihan, dsb.

Contoh:

 

b. Tulis proposalmu untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu kehendaki

Setelah kamu membuat profil menarik di Upwork, sekarang saatnya kamu untuk mencari proyek pekerjaan yang kamu kehendaki dan sesuai dengan skill yang kamu miliki. Mendapatkan project di Upwork tidak mudah dan mungkin tidak terlalu sulit bagi sebagian orang terutama jika kamu mengetahui cara yang benar. Salah satunya adalah membuat proposal yang menarik. Kamu tidak perlu mencantumkan terlalu banyak hal di proposal kamu. Kamu hanya perlu memaksimalkan beberapa poin penting di proposal kamu, seperti berikut. 

  • Salam

Gunakan salam untuk dalam permulaan proposal kamu. Kamu bisa menggunakan ungkapan Greeting yang sudah kamu pelajari di hari sebelumnya, seperti : Hi, Hello, etc.

  • Perkenalan diri

Perkenalkan diri kamu dari nama hingga deskripsi pekerjaan yang pernah atau sedang kamu jalani. 

Contoh:

  • Pengalaman sebelumnya yang relevan dengan penawaran 

Sampaikan pengalaman kerja sebelumnya yang relevan dengan penawaran klien. Kamu bisa menjelaskan kemampuan yang kamu miliki sehingga klien menganggap bahwa kamu adalah kandidat yang cocok untuk proyek mereka.

Contoh:

  • Melampirkan hasil kerja sebelumnya.

Kamu dapat melampirkan contoh hasil kerja kamu di bidang yang sama atau kamu bisa mendeskripsikan alur kerja mu sehingga klien menjadi lebih yakin dengan kemampuan kamu.

Contoh:

  • Mengungkapkan waktu pengerjaan yang bisa kamu lakukan

Pada bagian ini, kamu dapat memilih untuk memberitahu klien berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mengerjakan proyek mereka.

Contoh:

  • Memberitahukan harga untuk suatu project.

Pada bagian ini, kamu dapat mencantumkan harga yang kamu tawarkan untuk setiap pekerjaan yang kamu lakukan.

Contoh:

  • Penutup

Untuk bagian penutup, tuliskan kalimat penutup yang membuat klien dapat mengingat kamu. 

Contoh:

  • Baca ulang penawaran & proposalmu dengan teliti

Meskipun kamu sudah yakin menulis proposalmu dengan baik dan memenuhi semua kriteria yang disyaratkan calon klienmu, tidak ada salahnya kamu membaca ulang penawaran calon klien dan proposal yang akan kamu kirim.

Beberapa klien terkadang menyelipkan pertanyaan jebakan seperti contoh berikut ini.

Maka dari itu, jangan sampai kamu melewatkan hal kecil seperti ini yang akan membuat proposalmu ditolak.

 

2. Membuat surat lamaran kerja/ cover letter 

Surat lamaran kerja atau biasa dikenal dengan cover letter diperlukan sebagai awalan sebelum perekrut membaca CV kamu. Kamu perlu membuat cover letter apabila ingin melamar suatu pekerjaan baik online maupun offline. Cover letter berfungsi untuk menarik perhatian perekrut kerja. Berikut beberapa hal yang perlu dicantumkan dalam surat lamaran kerja mu. 

  1. Perkenalkan dirimu
  2. Menjelaskan mengenai pekerjaan yang kamu lamar.
  3. Menunjukkan kemampuan dan pengalaman kerja yang sesuai dengan bidang yang dilamar.
  4. Memaparkan poin-poin yang tidak disebutkan di dalam CV.
  5. Memberikan kalimat penutup yang akan menarik perhatian perekrut kerja. 

Selain beberapa poin di atas, kamu harus memastikan bahwa cover letter yang kamu buat tidak terlalu panjang sehingga memudahkan bagi perekrut kerja untuk memahaminya. 

Contoh:

3. Menggunakan Grammarly dan Google Translate untuk membantumu menulis lebih baik

a. Grammarly

Bila kamu belum pernah mengenal Grammarly, singkatnya, adalah alat untuk mengecek tulisan kita dalam bahasa Inggris. Grammarly mampu mendeteksi kesalahan tata bahasa sekaligus memberikan saran perbaikan kosakata di tulisan kita. Terdapat dua versi, yaitu versi Free (gratis) dan Premium. 

Untuk bisa menggunakan Grammarly, kamu perlu mendaftar di situs webnya. Setelah mendaftar, kamu bisa menggunakan Grammarly di beragam platform seperti plugin browser, Android dan iOS keyboard, aplikasi Windows ataupun lewat situs web Grammarly. Kamu bisa menggunakan Grammarly saat mengetik email, pesan, menggunakan Google Docs sampai saat menggunakan media sosial. Khusus untuk Grammarly Premium, kamu bisa meminta proofreading dokumen penting yang secara langsung akan ditangani oleh tim ahli Grammarly.

 

2. Google Translate

Kamu pasti sudah kenal atau bahkan sering menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan ke berbagai bahasa. Nah, meskipun terkadang hasil terjemahannya “ngawur” dan tidak sesuai, Google Translate bisa kamu gunakan sebagai pelengkap untuk mengecek tata bahasa. Selain bisa digunakan lewat web browser biasa, sekarang sudah tersedia native app untuk Android maupun iOS.

Sedikit saran, Google Translate belum mampu menerjemahkan kalimat ataupun teks ke bahasa lain (misal bahasa Inggris) secara tepat makna. Akan tetapi, kamu masih bisa menggunakannya untuk menerjemahkan kata-kata tertentu yang belum kamu ketahui artinya, bisa untuk mengecek tata bahasa dalam bahasa Inggris, dan untuk melatih pelafalan/pengucapan kata/kalimat meskipun tidak 100% akurat.